Di akhir pekan lalu, jagat Twitter sempat diramaikan oleh informasi yang disampaikan oleh Ronald Ishak di akunnya yang mengatakan tentang konfirmasi “orang dalam” bahwa XL Axiata, operator terbesar ketiga dalam hal pelanggan, akan memasukkan secara resmi iPhone 4 ke Indonesia dengan perkenalan di bulan Juli ini.
Pihak XL Axiata yang dikonfirmasi oleh detikinet secara diplomatis mengatakan bahwa pihaknya belum ada pendekatan dengan pihak Apple dengan rencana ini. Bagaimanakah analisisnya, mana yang benar dalam kedua informasi ini? Mari kita lihat langkah XL Axiata beberapa waktu terakhir ini.
Langkah pertama adalah di beberapa berita, XL Axiata membeberkan data bahwa 20,000 pelanggannya telah menggunakan iPhone dalam kesehariannya. Langkah kedua adalah peluncuran microSIM pascabayar XL sebagai yang pertama di Indonesia, bahkan sebelum iPad 3G dan iPhone 4 masuk secara resmi di Indonesia. Langkah ketiga, ini mungkin bukan langkah resmi, tapi sinyal-sinyal punggawa XL Axiata di Twitter menunjukkan secara implisit bahwa sebenarnya ada rencana besar yang sedang digadang-gadang oleh XL Axiata untuk meningkatkan pangsa pasarnya.
Taruhlah ternyata memang benar XL Axiata akan meluncurkan iPhone 4. Hal pertama yang perlu diingat adalah perjanjian Apple dengan operator. Apple dikenal sebagai perusahaan yang cukup tertutup dan cukup anti dengan adanya leak sebelum waktunya — pengecualian saat kejadian leak iPhone 4 – Gizmodo. Masih ingat dulu saat Telkomsel pertama kali menggandeng Apple? Prinsip diam-diam sebelum waktunya sangatlah kentara pada waktu itu. Jadi sampai pertengahan bulan Juli terlewati, mari tetap berspekulasi bahwa benar XL Axiata akan menjadi operator kedua yang menawarkan iPhone 4 secara resmi di Indonesia.
Apa sih untungnya jika ada operator kedua yang menawarkan iPhone di Indonesia? Cuma satu hal, kompetisi pada akhirnya pasti menguntungkan konsumen dan memaksa operator untuk menawarkan layanan terbaik. Di negara tetangga, Singapura dan Malaysia, iPhone sudah bukan lagi monopoli satu operator. Indonesia dikenal sebagai pasar yang sangat besar dan potensial bagi siapapun, jika Apple dengan iPhone-nya ingin merebut kue profit yang dua tahun terakhir ini dikuasai RIM dengan BlackBerry-nya, operator penjual iPhone yang kedua akan dengan mudah pengubah peta persaingan. Paket promosi yang “lebih murah” dan kompetitif tidak lagi jadi impian.
Coba tengok paket promo BlackBerry saat ini. Tiga operator GSM bahkan berani memberi harga BIS IDR 100,000 atau lebih murah per bulannya demi berlomba-lomba mendapatkan lebih banyak pelanggan dari pangsa total BlackBerry yang merangsek ke arah 2 juta pelanggan.
Jadi, seandainya XL Axiata tidak benar memasukkan iPhone 4 ini, tentunya masyarakat Indonesia tetap berharap ada operator lain yang berani memasukkan iPhone secara resmi ke Indonesia demi kompetisi yang sehat dalam meraih pelanggan.





